KISAH PEJUAMG MIE KOLOK LEGENDARIS DARI KAMPUMG GHITA
KATA PENGHANTAR
Dengan rahmat dan kuasaNya sebagai yang maha esa,yang tidak ada bandingan nya kita sebagai makhluk ciptaan NYA telah diberkahi rahmat dan nikmat yang sungguh luar biasa
dengan itu kita sudah sepantasnya bersyukur dengan segaja puji dan puja kepada tuhan yang maha kuasa atas dengan segala anugerah-Nya sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas dan memanfaatkan panca indera bakat intelgency dan sebagainya dalam kehidupan untuk berkarya
tulisan ini mengisahkan perjuangan seorang rakyat biasa,dengan lika liku panjang pantas untuk dikenang sebagai cenderamata dan untuk dikenang oleh anakcucu nya dimasa yang akan datang
dengan ini saya bermaksud menyusun dan berbagi cerita tentang seorang penjual makanan,yang diminati oleh masyarakat kucing serawak dan di indonesia,malaysia dan di berbagai manca negara umum nya
Dituliskan dalam karangan/buku kisah riwayat ini,kisah seorang penjual makanan tradisional china mie kolok dari kampung ghita,
mie kolok adalah salah satu makanan yang sangat di kenal oleh kalangan penikmat kuliner di kucing serawak
karangan kisah ini diambil dari sumber aslinya yakni abdul razak bin panael,kisah dan di tuliskan kembali dalam karangan ini tidak luput juga dilampirkan foto foto kenangan beliau untuk di lihat dan kenang
saya bukukan dan dokumentasi semuanya ini dikisahkan kembali oleh nara sumber untuk berbagi tentang pengalaman subjek dan objek beliau biar menjadi panutan dan untuk membina diri anak cucunya agar menjadi contoh bagi mereka bahwa hidup itu adalah semua perjuangan yang sangat panjang
akhir kata dari saya semoga tujuan ini dapat berbagi kepada sesama insan dan berfaedah untuk kita semua agar menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak muda di generasi sekarang yang penuh tantang dan cobaan
PENYUSUN CERITA - TEMBAKOEL -
BAB. I METROCITY DAN MIE KOLOK
Metro city,matang 4 April 2026Pada suatu waktu, dalam perjalanan kami saat mengunjungi sebuah wilayah negara tetangga yang dikenal sebagai Kucing Sarawak, kami memutuskan untuk singgah sebentar di sebuah lokasi tertentu. Tempat persinggahan tersebut, yang kemudian kami ketahui, lebih akrab disebut dan dikenal luas sebagai Metro City Petra Jaya. Metro City yang dimaksud ini merupakan sebuah kawasan yang sangat luas, dirancang sebagai kompleks sentralisasi hunian majemuk. Di atas lahan yang membentang ini, berdiri berbagai jenis fasilitas dan bangunan yang menyediakan berbagai keperluan masyarakat. Misalnya, tersedia pusat perbelanjaan modern yang lengkap dan beragam, serta pilihan penginapan yang nyaman dan unit-unit apartemen residensial. Tak hanya itu, beragam jenis layanan dan fasilitas umum yang komprehensif turut disediakan dan dikelola dengan cermat oleh pemerintahan atau kerajaan Negeri Sarawak, demi menjamin kenyamanan dan memenuhi segala kebutuhan warganya.
Metro City merupakan pusat perbelanjaan modern yang telah kami rancang dan sebutkan, bukan hanya sekadar bangunan biasa, melainkan sebuah destinasi gaya hidup terpadu yang menawarkan pengalaman berbelanja dan rekreasi yang komprehensif bagi seluruh pengunjungnya. Lokasinya yang sangat strategis menjadikan kompleks ini sebuah area sentral yang vital di jantung kota, menempati pusat bandar yang ramai, dinamis, serta mudah diakses dari berbagai penjuru wilayah. Dengan luasan lahan yang mencapai kurang lebih 3 hektar, kompleks ini dirancang secara matang untuk menampung berbagai fasilitas premium dan unggulan, menjadikannya ikon baru kemajuan urban serta titik temu bagi masyarakat.
Pada sisi sebelah barat kompleks ini, terdapat akses utama berupa jalan disebut jalan utama matang,dan tertata rapi, berfungsi sebagai jalur penghubung vital yang memudahkan mobilitas kendaraan dan pejalan kaki. Jalan ini secara presisi mengarahkan langsung menuju jalan masuk utama kompleks Metro City, menjamin kemudahan akses yang optimal bagi para pengunjung baik yang datang dengan kendaraan pribadi maupun menggunakan transportasi umum. Di atas fondasi lahan yang luas ini, Metro City berdiri megah dan kokoh, terdiri atas serangkaian bangunan-bangunan modern yang dirancang dengan arsitektur kontemporer yang estetis, meliputi area ritel kelas atas, pusat kuliner beragam, hingga fasilitas hiburan dan rekreasi yang terintegrasi penuh.
sebelah timur berdiri lahan kosong yang masih sangat luas sehingga potensi pengembangan pembangunan memilik ketersediaan lahan untuk cadangan expansi strukturilasi developer yamadai saya ada fasiltas badan usaha milik kerajaan berupa petronas mpai dimasa yang akan ng medatang
disekitar kawasan tersebut terdapat fasilitas umum yang dimana selalu djadikan tempat agenda rutin kerajaan berupa pasar malam dan fun fair konser hiburan dengan tujuan upaya meningkatkan dan mengembangkan ekonomi menengah masyarakat sekuler kucing serawak
Penduduk Kerajaan Sarawak mayoritasnya terdiri dari tiga etnis besar. Kelompok-kelompok etnis ini tidak hanya mendominasi komposisi demografi, melainkan juga merepresentasikan sistem perkauman dan ras yang menonjol di wilayah tersebut. Dengan posisi mayoritas yang kuat, keberadaan mereka tentunya berdampak luas. Dampak tersebut terasa pada pusat pertumbuhan ekonomi, memengaruhi investasi dan aktivitas bisnis. Lebih jauh, hal ini juga membentuk ekosistem roda perputaran ekonomi secara keseluruhan, dari sosial, budaya, hingga politik kerajaan.
Metro city sebagai salah satunya dari sektor perdagangan kuliner kawasan perniagaan yang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat salah satunya adalah warong 2000
warong 2000 sebagai sentral kuliner dan fast food dengan berbagai jenis makanan dari berbagai jenis yang saya sebutkan tersedia terdapat salah satunya makanan mie kolok.mie kolok menjadi makanan favorit,untuk masyarakat kucing serawak
warong 2000 memiliki beberapa mitra perdagangan kuliner yang sudah disediakan tempat untuk berniaga berupa stand permanen yang lazim nya disebut stall oleh masyarakat kucing serawak yang diperuntukkan,berjualan barang makan
mitra mitra pedagang tersebut sangat menjaga standart kebersihan dijaga dengan sangat ketat terkadang mendapat atensi dan pengecekan rutin oleh pihak berwajib dari kerajaan trntunya untuk menjaga mutu dan kwalitas barang di dagangkan
Metro city adalah sebuah pusat perbelanjaan yang kompleks, majemuk dengan berbagai sumber daya yang tersedia untuk melayani kebutuhan masyarakat terdapat pusat perbelanjaan modern seperti everise,golden city dragon dan sebagainya
diantara berbagai mata rantai jual dan beli disini terdapat salah satu pusat kuliner di warong 2000 sebagai pusat kunjungan untuk makan minum dan bersantai
kawasan warong 2000 ini terdapat beberapa stall independent yang dikelola secara mandiri oleh mitra warong kedai 2000 dengan berbagai jenis menu kuliner termasuk lah juga makanan khas serawak,ada rojak ayam,mee kampua,nasi kerabu dan berbagai jenis lainnya lagi yang merupakan makanan makanan favorit masyarakat bandar kucing
salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat kucing adalah mie kolok yang sering disebut juga kolo mee olah masyarakt cina serawak
Mie kolok, yang pada dasarnya merupakan adaptasi dari mi tradisional Tionghoa, telah mengalami proses asimilasi yang mendalam dalam pengolahannya oleh masyarakat setempat. Proses ini melibatkan serangkaian perubahan bahan dan teknik masak yang disesuaikan dengan selera serta ketersediaan bahan-bahan lokal, sehingga menghasilkan cita rasa yang benar-benar unik dan berbeda dari versi aslinya. Perpaduan budaya kuliner ini telah menciptakan sebuah hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga merefleksikan kekayaan warisan gastronomis daerah tersebut.
Hidangan mie kolok ini, yang lebih lazim disebut 'Kolo Mee' oleh masyarakat Tionghoa Sarawak, menampilkan keragaman jenis dan klasifikasi yang sangat luas. Banyak di antaranya disajikan dengan jaminan label makanan halal, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat tanpa terkecuali. Berbagai inovasi dalam penyajiannya, mulai dari yang kering dengan bumbu spesial hingga yang berkuah bening, menjadikan Kolo Mee sebagai salah satu makanan yang sangat digemari, tidak hanya oleh penduduk setempat tetapi juga oleh wisatawan dari luar bandar Kuching. Pengunjung dari Semenanjung Malaysia hingga pelancong dari berbagai daerah lain seringkali menjadikan Kolo Mee sebagai menu wajib yang harus dicicipi, tertarik oleh reputasinya yang lezat dan otentik.
Di antara sekian banyak pedagang kuliner yang meramaikan Warong 2000, sebuah pusat jajanan yang legendaris, terdapat sebuah kios mie kolok yang sangat populer. Kios ini dimiliki oleh Bapak Abdul Razak bin Panael, sosok yang akrab disapa 'Uncle' oleh para pelanggan setianya. Uncle Razak adalah seorang pria paruh baya yang berdedikasi, seorang ayah dengan empat orang anak, yang menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam menjalankan usahanya. Beliau dikenal memiliki jiwa peniaga yang sangat berpengalaman, dengan kemahiran mengelola bisnis yang telah teruji waktu, serta kepribadian yang humoris dan berjiwa muda, selalu berhasil menciptakan suasana akrab dan menyenangkan. Pak Cik Uncle Razak juga memiliki jaringan mitra usaha yang luas, tidak hanya di kalangan warga Kuching, Sarawak, tetapi juga dengan para pengunjung penikmat kuliner dari Indonesia, khususnya Singkawang, Kalimantan Barat. Di daerah tersebut, hidangan mi serupa sering disebut 'bakmi ayam' atau 'jam mien' oleh masyarakat Tionghoa Hakka, menunjukkan adanya jalinan budaya kuliner yang erat dan saling memengaruhi antara dua wilayah tersebut.
BAB II UNCLE RAZAK
Dari narasumber kisah Uncle Razak dan pranata penyampaian yang telah disajikan, saya akan melanjutkan pembahasan ini dengan menggali lebih dalam lagi. Fokus utama kita adalah pada pencatatan rinci mengenai profil dan autobiografi lengkap dari sosok Pak Cik Razak, seorang pribadi tangguh yang telah mengarungi berbagai tantangan hidupnya. Perjuangannya dimulai dari kesederhanaan berjualan mie kolok sejak usia muda, hingga kini memasuki usia senja, menunjukkan dedikasi dan kegigihan yang luar biasa dalam menjalani kehidupannya dan mempertahankan warisannya.
Hingga saat ini, beliau masih teguh bertahan menghadapi berbagai cobaan dan ujian yang datang silih berganti, mencakup gejolak ekonomi global dan krisis kesehatan seperti badai pandemi COVID-19 yang sempat meluluhlantakkan ekosistem ekonomi dunia. Tak hanya itu, beliau juga tak gentar menghadapi tantangan perubahan zaman yang terus bergerak dinamis. Kisah perjuangan mie kolok Pak Cik Razak penuh dengan lika-liku, bukan hanya demi menghidupi dan membesarkan anak-anaknya, serta memastikan mereka meraih kesuksesan, tetapi kini dedikasi itu telah berlanjut. Beliau masih terus membimbing dan membesarkan cucu-cucunya, menjadikan usaha mie koloknya sebagai pondasi utama dalam mendidik dan menafkahi seluruh keturunannya. Ini adalah sebuah narasi yang benar-benar sangat mengagumkan dan inspiratif, menampilkan ketabahan serta cinta kasih tanpa batas dari sosok Pak Cik Razak.
Julukan "Good Father" atau Ayah yang Baik sangatlah pantas disematkan kepada Abdul Razak bin Panael.
Abdul Razak bin Panael adalah seorang insan Muslim yang teguh memegang prinsip-prinsip keagamaan, beliau lahir pada tanggal 5 Maret 1970. Ia merupakan putra dari Bapak Panael, dan menempati posisi anak ketujuh dari sebelas bersaudara dalam keluarga besarnya. Latar belakang keluarga besar ini mungkin turut membentuk karakternya yang ulet, pekerja keras, dan penuh tanggung jawab dalam menghadapi kehidupan.
Sisi jiwa yang sederhana dan sifat yang bersahaja, tulus tanpa pamrih, yang secara konsisten ditunjukkan oleh Uncle Razak, telah dengan jelas menurun dan meresap ke dalam diri anak-anaknya. Kini, anak-anak beliau telah mencapai kesuksesan yang membanggakan dalam karier mereka sebagai pegawai kerajaan Malaysia, khususnya dengan profesi mulia sebagai Polis Diraja Malaysia. Walaupun memegang posisi yang dihormati, mereka tetap mempertahankan sikap yang sangat rendah hati dan tidak pernah menonjolkan diri (low profile). Dalam kehidupan sehari-hari yang padat, mereka masih menemukan waktu dan energi untuk secara aktif membantu perniagaan keluarga, yaitu kedai makanan mie kolok, serta melayani setiap pengunjung dengan ramah dan penuh perhatian. Para pengunjung ini datang dari pelbagai


Komentar
Posting Komentar