METROLINK- CERPEN GADIS IBAN FULL PART
Metrolink- Jun lie
NOVEL PENDEK
Judul : HIJAU DI SENJA METROCITY
Ringkasan : Kisah cinta sesaat diperantauan dengan gadis berambut pendek pertemuan yang indah ketika berselisih jalan dilorong mall,akhirnya harus berpisah karena cinta yang salah biar takdir yang menjawab atas perpisahan dua insan dari negeri berbeda
Isi Halaman : 8 Bab singkat dan tamat
Tujuan penulisan : Cerita yang di abadikan dan akan dikenang selamanya,dan di kisahkan atas permintaan seseorang di metro city,ditujukan pada seorang wanita,kisah perjalanan cerita ini adalah kisah nyata dari seorang sahabat penelis,
Kisah ini selain di catat dan untuk dikenang sampai di ujung hayat hidup nya .nanti satu ketika akan diberikan karya ini kepada gadis iban yang beruntung itu saat ulang tahun nya tiba
Bab I GADIS BERAMBUT PENDEK BERBAJU HIJAU
" Hidup lah dan terus hidup
' Aku akan bangkit dari kematian berkali kali untuk mu
Backpacker,seorang insan digital nomade dengan jiwa petualang yang tak pernah berdiam di satu tempat dan menetap lama,backpacker lebih akrab dipanggil Han atau lie,yang sedang bermain dengan pikiran .Dengan jari-jari yang sedikit kasar namun lincah, ia menuliskan untaian kata-kata penuh makna di atas secarik kertas usang yang telah menguning dimakan waktu
berdiam diri di sudut pojokan sebuah warung sederhana di negeri tetangga yang ramai, di antara desiran angin siang dan obrolan samar dengan seorang sahabat mudanya,ditemani secangkir kopi hitam mengepulkan aroma yang khas,berpadu dengan kepulan asap rokok yang tak henti-hentinya menari di udara.Han,seorang pemuda yang berasal dari tanah seberang,yang kini telah menjelang usia paruh baya hidup,namun semangatnya tetap membara,Dengan hanya bermodalkan tas punggung mini dan seperangkat alat kerja seadanya, ia membuka kembali catatan-catatan lama, membiarkan kenangan indah berputar di benaknya. Ia membaca setiap baris, meresapi setiap kisah, lalu menuangkannya kembali menjadi sebuah narasi baru untuk dijadikan karya terindah pertamanya sebagai penulis digital,ini akan menjadi sebuah hadiah istimewa yang diperuntukkan bagi seseorang yang sangat berharga dan dicintai,seseorang yang selalu bersembunyi jauh di lubuk pikirannya.
Sambil menarik napas panjang, ia bergumam pelan di dalam hati, "Inilah seluruh perasaan yang akan kuberikan kepadamu ketika hari ulang tahunmu tiba pada tanggal 23 Oktober nanti, sebuah tanda yang tak lekang oleh waktu, penanda abadi atas pertemuan dan perpisahan kita yang takdirkan.
" SEBUAH CERITA NYATA ANTAR KAMU DAN AKU
Kisah ini, beserta segala yang tertuang dan tercatat dalam diary harian han dan tersemat di dalamnya,cerita singkat dan pendek ini akan diberikan ketika disaat ada kesempatan untuk bersua jika mendapat kesempatan nanti,jika takdir kembali mempertemukan dua jiwa yang terpisah.
han berharap, momen itu akan dihiasi dengan senyuman yang paling indah,senyuman tulus yang akan menjadi penutup perjalanan panjang, seolah-olah ditakdirkan sebagai pasangan terakhir dalam hidup, yang melengkapi setiap kepingan hati yang selama ini telah terpisah akan tetapi catatan kecil dan rapi kini,telah dibukukan dan diceritakan menjadi kisah cinta novel
Dalam kesunyian hati dan bisikan nurani yang mendalam,han meyakinkan dirinya sendiri dengan teguh."Aku akan selalu ada untukmu," gumam nya,menegaskan komitmen yang tak tergoyahkan,"meskipun keberadaanku mungkin hanya sekadar bayangan, sebuah kehadiran yang tak kasat mata namun selalu menyertai melindungi dari jauh
" Han's sambil berkata dalam hati: "AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, TAK PEDULI APA PUN YANG TERJADI
MESKIPUN ENGKAU TAK MENGETAHUI KEBERADAANKU, ATAU BAHKAN TAK AKAN PERNAH MEMAHAMI SEBERAPA DALAM CINTAKU,
SEMUA ITU TAK AKAN MENGUBAH APA PUN.
" AKU AKAN SELALU BANGKIT LAGI, BERKALI-KALI, SEBANYAK APA PUN AKU HARUS MATI DAN JATUH
" DEMI CINTA INI AKU AKAN SELALU KEMBALI, TEGUH, ABADI, DAN TAK AKAN PERNAH MENYERAH. walau hanya sebuah bayangan "
Han mengisahkan setelah enam bulan di negeri tetangga kucing serawak,kehidupan indah negeri serawak seakan masih menyelimuti hawa pikiran nya masih terasa begitu kental keindahannya,hari yang sudah berlalu penuh makna indah sebagai orang asing yang datang tanpa tujuan dan sambutan pasti dari orang yang tidak dikenal bagi han sebagai seorang perantau digital
setitik ingatan yang tidak dapat dilupakan ini ku tuangkan dalam kertas usang dan ku bukukan kembali,ini berupa pikiran gelap dan rasa terang,gelap datang ku terang pergi ku,semua ku ungkapkan dalam goresan ini apa yang sudah dilalui adalah merupakan rotasi kehidupan.'
dari sana ku datang tanpa arah dan tujuan pasti.aku tidak takut akan gelapnya tujuan ini dan gelapnya keadaan yang harus kulalui,terangnya hari hariku,Cahaya ku disini ternyata hanya sesaat apakah yang harus ku takutkan kini'' gelapkah atau terang
menatap perjalanan kini untuk ku raih kembali
ada banyak pria dan wanita anak kecil orang tua menjadi rotasi kehidupan,begitulah pelaku sandiwara hidup,han mengatakan gelap terang semua adalah sistem yang diciptakan oleh yang maha kuasa,pria wanita adalah insan mahkluk ciptaanNYA dengan segala kelebihan dan kekurangan,dunia bagaikan panggung sandiwara dan hanya lah persinggahan sementara
" semangat dan terus bangkit biar pun kau harus berkali kali mati jangan kau terperangkap dalam keadaan yang kelam ini karena kelam itu adalah suatu keadaan terperosok dalam gelap yang menyiksa,kematian yang tidak berdarah keheningan tanpa nyawa,kesunyian dalam keramaian
aku tidak tahu apakah saat ini aku berada dalam kekelaman seperti yang ku katakan diatas atau kah kegelapan mau pun terang begitulah adanya pikiran han ketika masa masa kesendiriannya setelah sebuah putusan emosi sesaat yang terpaksa diambil han
Sepintas ingatan han menyusun kembali kepingan tentang dimulainya perjalanan di metro city,memory nya mengingat semua,ketika di suatu tempat perdagangan modern yang dikenal metro city,hawa panas menyengat sore hari begitu terasa,membawa rasa lapar dan haus,mengundang ku keluar timbul hasrat ingin menyejukkan dahaga,sembari pikiran melayang layang langkah kaki han terus mengayun laju menelusuri lorong mall sempit nan ramai disore itu,tiba tiba aku terhenti dan kaget ketika bersua seorang sahabat dari negeri yang sama berdiri sambil sibuk memasak kwitauw dengan api yang menyala membakar wajan panas,temannya asyik bermain kompor dan wajan di antara puluhan barisan stand pedagang di metro city disebut lah namanya orang itu bernama yus'.
kala itu han merasakan kesenangan dan kerinduan dengan seorang sahabat yang lama tidak bersua,senyum kehangatan dan pembicaraan singkat menghangatkan sore hari menjelang magrib yang terasa masih begitu panas
Suasana begitu asyik mereka bersapa dengan ramah diantara dua sahabat lama,sedang yang satunya sambil sibuk dan asyik memainkan api kompor memasak kwitiau '
han bertemu yang bernama yus dengan tanpa banyak basa basi langsung akrab karena bersua dengan sahabat lama,Obrolan mereka berdua sangat hangat saling bertanya kabar dan cerita tentang keadaan masing masing setelah 10tahun tidak berjumpa,
terperanjat han tidak terhenti sampai disitu,ketika mata nya menoleh tajam pada hamparan kursi untuk para pengunjung kuliner,diantara nya duduk ditengahnya gadis belia nan muda tengah asyik memaingkan handphone,satu sosok seorang anak gadis muda berkrudung dan berkacamata wajah ayu imut dan dingin senyum tipis nya menyimpan banyak misteri nan mengerikan mencerminkan kecerdasan yang penuh arti
Han menghisap rokoknya sambil mengangkat kembali ingatannya pada bulan oktober 2025 bersamaan dengan itu asap rokok terus mengepul tanpa henti,disudut pojokan warong dia sambil menghela nafas panjang menceritakan kembali
sosok gadis muda manis yang dimaksud adalah penjaga warong sahabatnya yus,masih terekam jelas ingat nya,han kembali mengenang kala itu han sebelum bersua dengan yus sahabatnya dia pernah melihat gadis berkacamata itu sebagai salah satu bos warong di metro city,seketika han tersenyum tipis,mengingat sesuatu yang muncul di pikiran sesuatu yang mengingatkannnya akan hal yang melucukan sebuah khayalan atas pandangan pertama kepada seorang gadis penjaga stall kwitiaw di negeri serawak tersebut
Hari terus berlalu minggu berjalan malam mengantar siang,siang menyambut malam begitu lah waktu terus berjalan dan stall yus menjadi posko mereka bersua bercerita dan sesuatu yang tidak terduga muncul dipandangan mata nya,ternyata hari hari berganti ternyata penjaga warong yus juga berganti,
pada satu ketika di sore hari berjalan lah sang han menuju posko yang menjadi tempatnya bermain dengan yus maupun pakcik razak,di sore itu hari sedikit mulai remang ketika dia melintas di lorong jalan mall melintas dihadapan nya,sosok seorang gadis yang membuat matanya menoleh tanpa sadar menggaguminya,gadis yang menampakan wajah tanpa senyuman berlalu tanpa keraguan dihadapan han,sosok gadis asing yang membuat nya menjadi begitu menarik hati pada pandangan pertama,sembari dalam pikiran han berpikir bahwa gadis bermuka galak ini mengalahkan gadis imut berjilbab penjaga kedai kwitiaw sebelumnya,pikiran han terus melayang mengingat gadis tersebut dan merasa sangat penasaran ketika dalam berjalan di lorong mall tersebut
sesaat kemudian tibalah dia di posko meja makan mie kolok bang razak dengan ingatan pikirannya dia mengingatkan akan gadis berambut pendek tersebut tanpa dapat menahan hati dan ucapan nya lagi terus dia duduk dan tanpa basa basi lagi bertanya kepada pak cik razak tentang gadis iban berambut pendek itu
obrol obrolan singkat mengarah pada gadis berambut pendek yang menghantui pikirannnya,dengan rasa penasaran yang extreme han bertanya tanpa ragu ragu kepada pak cik razak mencari info seakan penuh harapan ingin mengenalnya lebih lanjut,sembari berpikir dengan segala keadaan dan situasi han kala itu.tertanam di benak han yang diharapkan nya adalah jawaban gadis itu single,karena itu adalah harapan yang tersembunyi,akhirnya diketahui lah sebuah nama gadis tersebut,menyenangkan senyum tipis han seketika berkembang menjadi ilusi seakan akan ingin jahil dan terus maju bertanya karena dorongan naluri ingin pendekatan lebih dalam
hari hari terus berlanjut intimidasi penasaran terus menghujami pikiran sang backpacker seakan belum terpuaskan sebatas tahu akan nama dan kedudukannya rasa gengsi masih menyeringai dalam benak nya,dua hari berlalu akhirnya bersua kembali dengan tanpa sengaja dengan gadis berambut pendek tersebut
disuatu petang dengan berjalan perlahan dan rasa malu yang tertutupi dengan kesan penampilan biasa dan dingin aku terus berjalan di lorong mall mengintip dari belakang warung ingin melihat gadis berambut pendek tersebut,akhirnya sampai ditempat tujuan tampak dari kejauhan gadis tersebut mengenakan baju lengan panjang berwarna hijau dengan malu malu terus aku melaju berjalan menatap tujuan belakang pertigaan ketika itu tanpa ber ekspresi apapun,bersua selisih jalan dengan gadis tersebut bukan suatu kesengajaan han,seketika jantung ku berdebar begitu deras senang bercampur minder,akhirnya tiba juga di tempat biasa hari hari kami santai posko meja mie kolok
mata ku tanpa henti curi pandang pada gadis tersebut ada keinginan untuk mencoba menggodanya akan tetapi malu karena bahasa yang berbeda dan asing,santai ku dimeja mie kolok menjadi terasa sangat singkat dan tidak terasa terkadang berjam jam berlalu banyak obrolan dengan pak cik razak atau rizal semua hanya kamuflase untuk menatap gadis berambut pendek bahkan yus hanya sebagai tumbal alasan untuk duduk di meja tersebut,tidak terasa waktu berlalu minggu berganti minggu berlalu,hasrat han semakin hari semakin menjulang rasa ingin mendekati menggebu gelisah kalbunya semakin dalam ingin bersua dengan gadis berambut pendek,gadis yang memikat hatinya dalam pandangan pertama di negeri seberangan angan angan nya dihantui keyakinan yang tidak menentu terombang ambing dengan keraguan dengan kepantasan dirinya keraguan akan kemampuan dan kapasitasnya keraguan dengan segala kekurangan dirinya,keadaan itu seakan menghentikan rasa untuk maju lebih dalam
akan tetapi keinginan bersua terus menjadikan motivasi untuk berkunjung kemeja mie kolok,dua hari tanpa melihatnya seakan membuat waktu menjadi begitu panjang menantikan hari hari gadis idolanya berjaga warung basa basi kecil pun tidak dapat terlontarkan ketika itu,pikiran sang backpacker menjadi sangat kaku ini bukan sikap yang biasa dimiliki olehnya seakan tidak dapat berkata yang ada hanya sebuah naluri ingin melihat dan mendekati nya
SENIMAN SELALU mengatakan KEKAGUMAN SELALU LAHIR DARI PANDANGAN PERTAMA
HATI DAN HIDUP TERISI SEMENJAK HIJAU DI LANGIT METRO KALA KU MENATAP MU BERLALU DISAMPING LORONG JALAN
" kamu selalu indah bagai kehidupan kutatap kau hijau,bagaikan mentari pagi yang mengubah hijrah perjuangan ku di negeri seberang
HARAPAN ku hanya bersandar pada mu AMELIA
Dua minggu berlalu penasaran ku berganti hasrat dari nama aunty menjadi sebuah nama amelia,secara perlahan han menjawab hati kecilnya yang dipenuhi harapan untuk mengenal lebih dekat dengan amelia.kala itu yus adalah korban pertamanya sebagai sesama mitra yang bekerja di warung kwetiau tanpa basa basi segera diungkapkan keinginan untuk pendekatan dengan aunty kepada yus,seketika juga yus dengan senyum senyum tipis bang botak sapaan kami kepada nya dia mengatakan insyallah ku bantu untuk meminta nomer kontaknya,ini semua adalah awal dari kisah hijau di langit metro
putaran waktu terus berlalu dan berganti akhirnya sang backpacker mendapat jawaban yang membahagiakannya lucu tapi indah,untuk sebuah awal mulai sebuah nomer didapatkan dengan kisah unik nomer handphone harus berbayar candaan yang berbau materialistis,tapi ini satu kenangan tersendiri bagi sang backpacker di negeri tetangga bersama seorang gadis berambut pendek
dipojok warong 2000 backpaker dengan tarikan nafas yang berat di barengi asap rokoknya mengingat kembali kenangan singkat waktu itu,sembari tersenyum kecil dan tipis ketika dimulainya salam kenal dan meminta nomer telp si gadis berambut pendek idolanya
berhari hari berlalu tidak juga mendapatkan nomer kontak nya membuat nya menjadi sedikit penasaran hati kecilnya mulai patah semangat tapi harapan tetap terjaga ketika itu,pada suatu kesempatan yang tidak terduga ditengah bang botak melepas penat dan duduk bercerita di tempat salah satu kaula muda serawak nyantai malam zone bebas rokok yakni h-mart, tiba tiba handphone nya berdering diintip lah notifikasinya dengan senyumannya yang menyeringai ditunjukannya lah sebuah pesan whatsapp pada han sembari berkata
"ini lho looo yang kamu pinta yang berbunyi
berikan nomerhandpohe ku,dan dengan kode ingin order barang dari negeri asal han
seketika itu juga hati han begitu senang karena harapannya terpenuhi ingin bersahabat lebih dekat lagi dengan amelia mungkin bukan sebatas khayalan,dengan senyum lebar han menyambut berita itu seakan akan menjawab harapan yang terpendam dan sangat ingin memulai nya dengan cinta dan harapan baru terbayang ketika itu dengan akan menutup perjalanan kasih dan cinta dengan gadis berambut pendek itu dalam hidup han bersama amelia
sembari mengingat ingat kembali han menggosok dagunya dan bergumam ketika di awal mulai meletakkan kaki disini,metro city begitu indah seakan ini adalah tujuan akhir dari perjalanannya dan akan dihabiskan nya bersama amelia begitu banyak rencana yang dipikirkan bahwa dia akan menyerahkan hidupnya disini bersama amelia tanpa harus banyak ribet dan dia akan menerima segala keadaan gadis itu dan memberikan segalanya walau pun ketika itu mereka hanya sebatas insan yang tidak saling kenal akan tetapi sang backpaker begitu yakin akan dapat menambat hati amelia
akhirnya di mulai lah chating bersama aunty gadis berambut pendek itu walaupun garing dan asin tidak membuat nya surut,walau didalam hati kecil nya tersirat rasa takut akan hubungan yang salah perlahan tapi pasti backpaker mencari info dan bertanya tanya tentang profil amelia,yang didapat pun tidak mampu menjawab penasarannya muncul dipikiran nya apa ini sebenarnya apakah cobaan yang membahayakan ternyata diketahui amelia seorang ibu tunggal tanpa dapat diketahui cerita yang jelas backpacker semakin keblinger dengan keadaan ini hatinya ciut akan khayalannya yang akan menghabiskan perjalanan cinta di metro city ini,chating terus berjalan garing tapi asik bagi backpaker,begitulah berlanjut online dua insan yang berbeda negara suku dan bahasa terkadang ada miss karena bahasa yang tidak sama akan tetapi backpaker menyadari amelia berupaya mengimbangi nya
Bab II Moment indah virtual dan first gaduh kecil
Disiang tengah terik nya matahari suasana warung 2000 hiruk pikuk dengan pengunjung han melihat keramaian dan kesibukan disekitaran perdagangan kuliner,dia mulai teringat kembali tentang gadis berambut pendek yang bernama amelia
waktu indahnya yang telah berlalu terus mengulang memorinya memacu pikirannya seakan semuanya adalah ilusi waktu yang dilalui 4 bulan tidak terasa berlalu begitu saja tanpa kesan
Han terus menatap stand warung tempat gadis bernama amelia membuat kesibukan han sambil duduk dipojokan warung menatap ke depan sambil bermain dalam pikirannya yang dalam,seakan kini hanya tersisa kenangan
setelah berkenalan lebih lanjut dengan gadis bernama amelia ini mereka terus saling bercerita menggali dan berbagi chating whatsapp tiada henti dari pagi sampai pagi kembali,obrolan online menjadi awal keindahan mereka berdua untuk menanamkan benih benih suka dan pendekatan diri,mereka hari hari bersapa bertanya kabar dan saling bercanda sehingga han dan amelia terasa dekat di dunia maya bila bersua mereka diam seribu bahasa terkadang mereka bersua hanya saling menatap dari kejauhan dan saling ber curi pandang tanpa banyak berkata semua ini dilalui dengan begitu saja bibit bibit kasih dan sayang dari han tumbuh dan harapan ditumpahkan semua pada amelia,sebagai pilihan perjuangan terakhirnya hanya untuk bersama amelia dan akan diberikan semua nya kepada amelia,rencana han ini adalah hentian terakhirnya di senja menuju para baya hidup han
moment lucu dan indah mereka lalui dari jahil obrolan online dan saling berbalas candaan han merasakan kecocokan tapi ragu han adalah tentang keadaannya yang saat ini tidak mumpuni dengan segala kekurangan akan membahagiakan amelia gadis iban pertama dalam hidupnya terkadang pikiran takut menghantui nya ketakutan akan hanya memberikan kebahagian palsu membuat sikap dan pikiran nya menjadi tidak selaras dengan hati yang telah diisi oleh gadis iban tersebut
di satu ketika keindahan dan kenyamanan han terganggu oleh sikapnya sendri karena hari hari indahnya dilalui sapa sapa online terkadang dia menunggu dan menunggu balasan disela sela masa itu pikiran pikiran panik menghantui dirinya salah salah kata menjadi alasan mereka menjaga jarak walau terkadang singkat
17 nov adalah sebulan mereka berbagi kisah indah,memori han ingat kembali di suatu malam obrolan seperti biasa dimulai dengan lelucon dan canda tapi berakhir dengan kesalahan paham ketika itu suasana membuat hati han begitu guncang dan merasa bersalah keadaan ini berulang kali dialami oleh nya kadang keraguan timbul dalam sanubarinya apakah amelia juga mencintainya atau hanya sebatas mencari teman mengubur masa lalu nya yang begitu keras semua itu bermain dipikiran han hati nya bimbang ragu akan semua ini yang dirasakannya seakan ini palsu tapi dia berupaya tegar dan sadar diri bahwa dia bukan siapa siapa apa daya nya kasih sayang apa yang bisa diberikannya semua itu terus bermain dalam pikirannya
" CINTA SEJATI ITU ADA LAH TENTANG MENERIMA APA ADANYA TANPA
HARUS MEMILIKI
pikirannya seakan terus berbisik seakan harus ikhlas dan biarkan dia bahagia tanpa harus bersama semua itu demi kebahagiaan amelia
tidak disadari mereka sudah berhari hari stop bersama dan berkata kata han dengan segala bisikan kepalanya mencoba menghentikan laju perasaannya dan memberikan kebahagian amelia dengan segala pilihan nya tanpa banyak basa basi dengan hati yang berat han menghentikan dunia maya mereka berdua dengan memblokir amelia seraya berkata aku ikhlas dan hanya ini yang mampu kuberikan pada mu semua ini se akan layu sebelum berkembang han menyadari dia tidak mampu membahagiakan amelia
semua ini selesai dan han berjanji akan menuju jalan yang baru melepas kan amelia karena ini yang terbaik semua ini adalah wujud cinta tanpa banyak berkata ' tiba tiba notifikasi handphone nya berbunyi 'bang botak sapaan akrab yus sahabatnya mengirim pesan amelia meminta buka blokir nya seketika itu juga pikirannya pecah hati nya ingin berdamai dengan keadaan agar tidak jauh dan jatuhnya menyakitkan tapi rasa cinta nya mengalahkan logika berkecamuk bercampur aduk tanpa bisa bicara dia hanya menatap langit langit kamar nya dengan tatapan kosong keputusan yang sulit antara sayang cinta takut dan ragu dengan sikap amelia yang terkadang berubah rubah
ketika itu sang han hanya bisa membalas dengan kata kata saya ikhlaskan tolong sampaikan maaf dan terima kasih ku pada amelia dan demi kebahagiannya aku akan pergi cinta tidak harus memiliki,detik terus berlalu telp berdering ditengah malam itu juga amelia telp dan berkata sudah buka blokirnya seketika hati han campur aduk
Bab III Saksi bisu langit di senja metro
Deru kisah online berlalu dan bersemi kembali,dinding dan langit langit kamar serta baling baling kipas menjadi saksi bisu Han panggilan si backpacker
ketika itu ditengah malam debaran jantungnya seakan tidak berirama mendengar deringan ponsel yang mengerikan sekaligus membuat jiwanya seakan mengguncang isi kepalanya yang sudah ber kecai dalam tempo singkat,ketika itu beberapa saat waktu terasa berhenti pikiran takut dan cemas menghantui pikiran Han,Han sambil mengintip layar ponsel bertuliskan bernama dodol.....seraya ketika itu han bergumam dalam hati
' aduh nah apalagi ini ngapa lagi telp tengah malam jantung ku berdebar mau ngomong apa dengan dodol ini
terus diterima dan berkata lah
" sidodol dalam telp "'' hei dah mati kah kau,,,cepat kau buka blokiran tu dah dak mau bekawan lagi ka (dalam dialek kental melayu serawak )
jawab nya han's hanya aok aok aok----- bless seketika itu putus suara dalam sambungan telpon tersebut
obrolan singkat itu,berlalu begitu saja han terus membuka ponselnya dan melaksanakan petunjuk dan perintah si dodol,panggilan gadis berambut pendek dikala itu,Han dengan pikiran terus bingung dan berpikir apakah itu pertanda dimulainya baru episode online atau ini adalah hukuman atas candaan yang melampaui batas semua bercampur dan menjadi satu akan tetapi ini pilihan Han untuk tetap exist dengan si dodol untuk chating ria
basa basi seperti biasa kembali bernyawa,apakah kita akan berteman berlanjut pikir Han ditengah kesunyian malam itu Han terus tidak berhenti berpikir ini apa ini apakah ini hal yang salah apakah ini si dodol mempermainkan ku karena dia mengakuinya sebagai gadis penggoda di kampus kuliahnya di masa lalu,Han menutup khayalan pikiran nya kala malam itu,semua pikiran yang sudah ber kecai seketika menyatu kembali harapannya mulai hidup kembali obrolan iseng mulai berkurang Han takut akan bercanda semua ini dilakukannya demi menjaga hati dan perasaan dodol yang sebenarnya Han sudah jatuh cinta pada pandangan pertama
hari terus berlalu obrolan dan canda menjadi hari hari indah Han dan dodol menjadi bersemi sampai di suatu masa ketika mereka bersua di stall jualan bercerita lucu dan meledek sesuatu
" berkata kata lah si dodol hoiii kau jangan bau seperti itu ya jangan jangan kau bau badan
" han's menjawab eyhhh dak kali emang kau pernah dekat dengan ku sambil tersenyum menoleh ponselnya,ini semua obrolan dan bercanda dalam chatting walaupun mereka sedang berhadapan ketika itu
berdering kembali notif ponsel han si dodol berkata dalam chating tersebut daah kau aku beri gelar tambi
Masa itu lah dua insan mendapat gelar masing masing membingungkan kemesraan ini apakah situasi kasih dan sayang atau teman tapi akrab sungguh suatu yang tidak dapat disimpulkan pasti oleh han "amelia bergelar dodol dan Han bergelar tambi itulah panggil mesra mereka diawal merajut jalan kasih singkat di bawah kaki langit metro
Bab IV Dinding farmasi menjadi saksi bisu
Bulan oktober november 2025 bumi serawak di penuhi air,datangnya hujan dan panas silih berganti di setiap putaran jarum jam tidak mengenal waktu masanya,han mengingat di suatu malam hawa dingin menyelimuti metro city seperti biasanya Han berencana akan menghabiskan waktu malam dan siangnya di kedai mie kolok bersama bang botak sapaan 'yus dan rizal ahli pemain dart dan koki mie kolok,hari hari nya bersama Han bersenda gurau dan saling bertanya pengetahuan diantara dua negara tetangga,Han banyak menghabiskan waktu duduk sambil menunggu pujaan hatinya untuk berjaga kedai kwetiau
cuaca yang tidak menentu obrolan chating diantara Han dan dodol juga tidak menentu terkadang asing terkadang akrab Han melewati hari hari nya dengan merasakan penuh misteri bibit cinta dan seakan ada benih perselisihan yang belum nyata,satu ketika dimalam dengan hawa yang begitu dingin dinding pojokan farmasi berdiri lah amelia sedang Han asyik merokok diparkiran tepi jalan,Han menatapnya dari kejauhan memandang nya penuh makna dari ujung rambut ke ujung kaki,split sedikit mesum didalam pikiran Han ketika memandang body si dodol yang tinggi besar semampai,hilang rasa lelah pikiran Han yang sedang berkecamuk akan hubungan yang terombang ambing dengan rasa yang kasih tiba tiba terbersit dalam pikiran Han ingin menghampiri amelia dan ingin membuka jalan berkomunikasi secara berhadapan dan nyata untuk pertama kali nya biar singkat tapi sangat bermakna
" Han menyapa dan bertanya hei kau lagi apa dan kenapa seperti tidak sehat
dijawab oleh dodol sapaan imut untuk Han,sik sik sik pa ( dengan intonasi logat melayu serawak yang kental )amek flu jak sambil menarik narik hidungnya selayaknya orang sedang flu
" han menjawab sambil berlalu karena malu dan takut dilihat orang ' aok aok minum obat kelak
ini adalah obrolan pertama bagi dua insan yang bersua dalam dunia maya berkenalan dan saling bercerita banyak tapi begitu asing apabila berhadapan nyata
malam terus berlalu Han setia menemani amelia bekerja menjaga kedai lirik lirikan nakal terus berlanjut di dua insan ini canda canda tanpa henti dengan ponsel begitulah hari hari mereka lalui,sejuk nya malam itu membawa waktu tiba nya pulang si gadis berambut pendek yang di sapa akrab dodol yakni amelia,apabila masa nya berpisah pandangan menuju pulang terkadang mereka hanya saling pandang akan tetapi dua insan ini sudah memahami makna pandangan itu setibanya di rumah mereka akan saling berbagi kabar canda candaan melepas lelah dodolnya Han
waktu berlalu hari berjaga berganti Han harus sabar menunggu shift si dodol berjaga menunggu hadirnya teman tapi mesra tidak terasa waktu berlalu Han akan berpulang ke negaranya untuk urusan administrasi
satu hari terdapat lah kesalahan faham yang kecil tapi hati Han sangat bimbang dan terasa menyakitkan,Han merenung di sudutan rest area border perbatasan sambil memegang buku hariannya mengenang kembali kejadian itu
kala itu dua hari hans tidak bersua dengan dodol hati nya galau pikiran nya kacau dan rindu menyelubungi jiwa Han mereka berdua menepi dari dunia online nya sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh Han apa penyebabnya didalam benak Han ini mungkin swing mood sang gadis idolanya dengan banyak nya hal yang harus dilalui,sedang Han juga begitu harus pulang ke negaranya sedang di hari hari nya di momen ini keadaan mereka asing dan garing Han merasa cintanya belum berbalas,seakan situasi teman tapi mesra,hubungan ini masih masing masing pihak saling memegang kendali,timbul pikiran Han terasa asing dan ingin bebas kala itu
jadwal keberangkatan dan penjemputan sudah ditentukan untuk Han pulang kala itu Han merasa dahaga rindunya masih membara kepada amelia si dodol sapaan imut bagi Han tapi semua itu ditahan dari malam sampai fajar menyingsing pagi,Han sudah bersiap dan seperti biasanya Han akan rileks duduk dan santai tiba tiba ponselnya berdering sahabat karib nya budiman menyapa dan menanyakan kabar dan posisi
chat budiman berbunyi ' bang di mana kau dak ngopi ke dah berangkat belum ( dialek bahasa melayu sambas )
hanya membalas" belum kau di mana boleh be ngopi
secara singkat dibalasnya kembali ok bang kami di kedai anyang anyang
akhirnya bersua lah mereka berdua dan dari kejauhan tampak bang botak berjalan gontai menuju meja tempat mereka duduk sepulangnya dari fitnes begitulah mereka duduk sambil menunggu penjemputan untuk Han sembari bercanda
ketika itu pikiran Han terus mengocok jiwa dan hatinya,gumpalan rasa gundah ragu ragu seakan mengunci rapat akal sehat nya untuk pamit atau tidak dengan gadis idolanya amelia,logika terus bermain mencari dari makna teman tapi mesra sampai status ikatan mereka berdua,apa yang mewajibkan Han pamit kepada amelia,didalam benak dan pikirannya selalu terpikir amelia akan tetapi ketika itu Han memutuskan diam dan berlalu saja dengan amelia karena Han bukan lah siapa siapa bagi amelia dan mereka sudah slow chating dalam dua hari,Han sedih dengan keadaan itu tapi tetap berupaya tegar karena Han takut akan semua keadaan didepan yang gagal membahagiakan amelia
akhirnya pulang lah Han ke indonesia diam nya berlalu berhari hari sampai lah ketika amelia merespon nya dan bertanya kenapa tidak pamit sebuah kesalahan yang Han sudah sadari dari awal tapi keadaan sudah terjadi
Han memutar otak nya ketika itu selalu ada kegagalan berbicara dan kesalahan faham entah dari mana mulai nya sehingga mereka harus berdiam dan saling menunggu kabar berita yang sangat menyiksa
akhir nya mereka dengan obrolan singkat berbaikan kembali Han tidak kuasa menahan rindu nya untuk bertemu dengan amelia dengan sesegera Han mengemas pakaian dan terus ingin berkunjung kembali serawak tempat tanah kelahiran amelia pujaan hati nya kala itu
salam dan kabar mereka terus berlanjut meski melalui ponsel dan chatting obrolannya dengan amelia terasa nyata sampai di suatu masa ketibaan Han di metrocity kembali Han menyatakan cinta dan sayang nya kepada amelia bahasa bahasa tubuh mereka sudah menunjukkan ikatan sepakat didalam hati Han berkata puji tuhan semua berbalas dari amelia
berlanjut lah mereka menjadi sepasang kekasih online di negeri seberang yang sangat dikenang Han,cerita indah ini semua dimulai hans' dan amelia ketika disatu sore hari tak kala Han sedang berjalan santai menuju pusat perbelanjaan bundel
sambil berjalan Han terus menatap ponsel menulis dan membalas pesan amelia sore itu di persimpangan kedai anyang anyang menjadi saksi mereka bersapa mesra seakan kekasih abadi
" sebuah pesan berbunyi seng dari amelia berkata lah'' amelia seng kau lagi dimana
dengan segera Han membalasnya '' ada ingin menuju red bundel dol masih dengan panggil dodol
dengan rasa penasaran Han memikirkan panggilan imut dari tambi menjadi seng sebuah panggilan mesra yang membuat hans menjadi kepo bahkan ketika itu bertambah rasa ingin tahunya melebar penasaran dengan makna ini apakah bahasa serawak atau iban mulailah dia membuka google dan sebagainya tapi dia akan masih ragu akan jawaban makna seng dari amelia
sampai lah di masa pulangnya di sudut dinding bangunan formasi han's bertanya pada bocah belia nan gaul penggila motor bernama adudu
bertanya lah Han kepada adudu dengan dialog singkat "du apa arti seng dalam bahasa kalian dimalaysia ini
adudu menjawab itu panggilan kecil sayang bang sambil adudu meledek kau panggil sapa seng bang aduduk tertawa dan nyengir lucu mendengar pertanyaan itu
saat itu hati Han sangat bahagia dan senang karena dipanggil seng oleh amelia bermakna mereka mengikat diri sebagai sepasang kekasih walau bersua hanya sesaat dan saling curi pandang sampai akhir, seakan akan tembok bangunan farmasi menjadi saksi bisu romantis mereka dimulai di tanah metro dengan panggilan seng ..............
Bab V Sergapan sesaat di dinding farmasi metro
Akhir tahun di negeri Sarawak, seperti biasa, selalu ditandai oleh gelapnya ramalan cuaca harian yang sering kali menunjukkan kondisi iklim yang sangat tidak menentu dan sulit diprediksi. Periode ini, yang umumnya berlangsung di bulan-bulan penghujung kalender, acap kali membawa serta suasana mendung Akhir dan penuh ketidakpastian. Prediksi cuaca harian kerap kali diwarnai dengan peringatan akan curah hujan tinggi, angin kencang, dan perubahan suhu yang drastis, menyebabkan perencanaan aktivitas sehari-hari menjadi sebuah tantangan tersendiri.
Hubungan Han dan amelia telah terjalin begitu akrab dan erat seiring berjalannya setiap hari, sebuah kedekatan tulus yang tidak hanya tumbuh subur melalui serangkaian interaksi tatap muka yang hangat dan penuh makna, tetapi juga diperkuat oleh komunikasi instan yang intensif dan berkelanjutan melalui aplikasi chatting WhatsApp. Mereka sering berbagi cerita, tawa, dan pemikiran terdalam, membangun jembatan emosional yang kuat. Meskipun demikian, layaknya dinamika relasi modern, komunikasi daring mereka kadang kala tidak selalu berjalan semulus aliran sungai tanpa hambatan. Sering terjadi salah tafsir pesan singkat yang ambigu karena intonasi yang tidak terbawa, atau munculnya kendala teknis jaringan yang mendadak, yang sempat menimbulkan sedikit kerikil dan kesalahpahaman kecil dalam lautan percakapan mereka. Namun, rintangan-rintangan kecil itu sama sekali tidak mampu mengurangi kehangatan dan kekuatan fondasi hubungan mereka yang telah teruji waktu dan tantangan. Hans, dalam ingatannya yang jernih, sering mengenang kembali salah satu momen rutin sorenya yang begitu bermakna: ia akan dengan santai duduk dan melepak—menikmati setiap detik suasana yang hidup—di area kulineran Warong 2000 yang selalu ramai pengunjung dan dipenuhi hiruk pikuk aktivitas. Di tengah desiran obrolan pelanggan, dentingan peralatan makan, dan semerbak aroma masakan lokal yang menggugah selera, ia dengan penuh kesabaran menanti kehadiran Hari Seng, nama panggilan yang penuh kasih sayang untuk Amelia, sosok belahan jiwanya. Kehadiran Amelia di warung itu, yang memang ditujukan untuk menjaga dan mengelola usahanya, bukan hanya sekadar rutinitas kerja semata, melainkan juga secara signifikan menjadi penanda dimulainya bagian hari yang jauh lebih berarti dan dinantikan bagi Hans, sebuah momen berharga di mana ia akhirnya bisa menghabiskan waktu berdekatan dengan orang yang paling ia cintai, berbagi cerita dan menciptakan kenangan baru bersama.
Tidak lama kemudian, bayangan senja mulai memudar, perlahan berganti dengan rembulan yang merangkak naik, menandakan tibanya malam yang lebih pekat dan syahdu. Namun, di antara kerumunan yang semakin sepi, terlihatlah bahwa sosok yang berjaga di Warung 2000 kala itu ternyata bukanlah Amelia yang diharapkan, melainkan keponakannya,
keadaan ini meskipun sedikit mengecewakan, sejatinya sudah dapat diprediksi dengan cukup baik oleh Han, mengingat ia cukup akrab dengan jadwal dan dinamika keluarga Amelia serta seluk-beluk operasional warung tersebut. Jam-jam berlalu dengan tenang, Han tetap setia pada posisinya, duduk santai sambil sesekali mengisap rokoknya yang menenangkan, asyik bercerita dan berbagi canda tawa bersama teman-temannya yang notabenenya adalah warga tempatan kucing Sarawak, para pedagang kaki lima yang juga mencari nafkah di sekitar area tersebut, saling bertukar kabar dan pengalaman. Waktu terus bergerak maju, perlahan namun pasti, hingga malam pun semakin larut dan Warung 2000 mulai sepi dari aktivitas. Han akhirnya berdiri, menyandarkan tubuhnya di sebelah dinding toko farmasi yang sudah tutup, pikirannya melayang jauh dalam keheningan malam. Ia melanjutkan tarikan rokoknya yang terakhir, sambil tenggelam dalam lamunan yang mendalam, memikirkan akan kerinduan yang membuncah pada Amelia serta menyusun berbagai langkah strategis ke depan demi masa depan yang lebih baik dan cerah untuk Amelia dan anaknya. Tiba-tiba saja, jantung Han berdebar kencang tak beraturan, melompat-lompat dengan irama yang tak menentu, seolah-olah disambar petir di siang bolong, disertai kekagetan yang luar biasa dan tak terlukiskan pada wajahnya, karena ternyata, sosok kakak amelia datang menemuinya di sudut dinding farmasi
sambil dia menyapa han dan berkata
" hei saya mau tanya kamu kamu apanya adik saya kamu gereknya kah atau pacar nya
Han kaget seketika, terkejut mendalam oleh situasi yang tak terduga. Lidahnya mendadak kaku dan kelu, membuatnya sangat bingung mencari kata-kata untuk menjawab. Matanya terus menatap ponsel, jemarinya sibuk berkirim pesan dengan Amelia, melaporkan seluruh peristiwa mengejutkan ini.
jawab hans " ehhh tidak ada lah hanya kawan biasa saja
dijawab lagi ' eh tidak mungkin kamu jawab jujur saya videokan pembicaraan mu ini ke adik saya
Begitu peristiwa malam itu terungkap, sebuah bayangan berat seakan menyelimuti Han, membuatnya limbung dan bingung bagaimana harus memberikan jawaban yang jujur namun tidak melanggar batasan yang telah disepakati. Dia merasa seolah-olah jiwanya disandera oleh janji mereka berdua yang telah ia ukir bersama Amelia, sebuah janji rahasia yang mengikat mereka untuk merahasiakan setiap jalinan hubungan mereka dari rang lain yang tidak penting yang mungkin akan menghakimi. Beban kebingungan Han ini terus-menerus didiskusikan secara intens dengan Amelia, dalam setiap kesempatan yang mereka punya, tanpa henti mereka mencari celah dan solusi,dan komitmen akan saling menjaga tidak tahu apa sebenarnya yang harus mereka perbuat untuk keluar dari dilema yang menyesakkan ini.
Dalam benaknya, Han tak henti-hentinya memikirkan status hubungan mereka, mempertanyakan esensinya. Apakah ini semata-mata adalah 'cinta backstreet' yang tersembunyi dari pandangan publik, sebuah hubungan rahasia yang tak berani diungkap, ataukah ada makna yang lebih dalam namun tak terjangkau oleh definisinya? Meskipun Han merasakan cinta yang tulus dan mendalam terhadap Amelia, perasaan itu selalu diselimuti oleh aura misteri, seolah-olah kebahagiaan mereka adalah teka-teki yang tak kunjung terpecahkan dan selalu ada di balik tabir. Waktu terus berlalu, berlanjut dengan segala dinamikanya, dan begitulah kesan pertama Han saat menghadapi 'sergapan' tak terduga dari pihak keluarga Amelia. Meskipun awalnya terasa biasa saja, seperti interaksi keluarga pada umumnya, namun situasi itu segera berubah menjadi rumit dan penuh tekanan. Han merasa terikat kuat oleh komitmennya untuk menjaga rahasia, membuatnya sangat sulit untuk memilih cara menjelaskan status hubungannya tanpa mengkhianati kepercayaan Amelia dan juga tanpa menimbulkan kecurigaan.
Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Han sebenarnya sangat ingin mengungkapkan segalanya, ingin berterus terang tentang perasaannya. Dia mendambakan sebuah hubungan yang nyata, yang dapat dilihat dan diakui oleh semua orang, bebas dari bayang-bayang kerahasiaan dan ketidakjelasan. Ia ingin menjalin ikatan yang kokoh dan transparan, menunjukkan keseriusan dan komitmennya secara terbuka. Namun, Han juga sangat menyadari realitas pahit yang dihadapinya saat ini: kemapanan ekonomi yang ia miliki terasa sangat tidak memadai, tidak mampu sepenuhnya menopang kehidupan Amelia yang merupakan seorang ibu tunggal, yang bertanggung jawab penuh atas satu orang anaknya. Kenyataan finansial ini menjadi tembok penghalang terbesar, membuat mimpinya akan hubungan yang nyata terasa semakin jauh dan tak tergapai, seolah sebuah kemewahan dan ketenangan hidup yang tidak bisa ia berikan semua menjadi pikiran demi kebahagian amelia
Bab VI Bahagia gadis berambut dimalam tahun baru bersama keluarga
Hans, yang akrab disapa 'backpacker', kini telah menapaki jarak yang sangat jauh, meninggalkan kenangan metrocity.kawasan perdagangan modern itu bukan sekadar tempat biasa; ia adalah sebuah tempat yang selalu mengisi sanubarinya dengan kerinduan tentang kisahnya bersama amelia gadis iban yang dicintai nya, bahkan telah menjadi saksi bisu atas setiap jejak langkah dan kisah cinta terakhirnya di ujung paruh baya hidupnya. Di sanalah, secara tak terduga, ia kembali menemukan serpihan-serpihan cinta yang dulu pernah ia biarkan melayang pergi dan hidup kembali ketika menemukan gadis berambut pendek yang mengikat hati dan pikirannya, Perpisahan itu terjadi bukan karena lenyapnya perasaan, melainkan karena keterbatasan dan ketidak berdaya an Han menghadapi kerasnya realitas serta keadaan yang membelenggu. Bagi Han, melepaskan berarti menunjukkan bentuk cinta yang lain, sebuah pengorbanan yang tulus, bukan sama sekali berarti bahwa ia telah berhenti mencintai. Kenangan akan cerita singkat masa perantauannya di negeri tetangga itu terus membayangi benaknya, seakan sebuah film yang berputar tiada henti, mengukir jejak abadi dalam memorinya.
sembari han mengingat kalimat yang bermainnya dipikiran nya kala itu
" Kamu adalah bab yang tidak bisa ku miliki bukan karena tidak cinta
" Genggaman ini kulepas dengan berbagai perasaan cerita ini,aku akhiri bukan berarti ku pergi dengan sesuatu yang lain tapi kau tetap abadi di hatiku karena aku mau kau bahagia kehadiran ku akan membuat mu tersesat dijalan menuju bahagia
Setiap detik dan setiap saat, ingatan Han tak pernah lepas, selalu tertuju pada bayangan gadis itu yang begitu melekat di benaknya. Kenangan akan sosoknya seolah menghantui, mengisi setiap relung jiwa dan pikirannya tanpa henti. Seketika itu pula, Han memutuskan untuk mengambil putusan, sebuah putusan besar yang mengubah arah hidupnya: meninggalkan hiruk-pikuk Metro city yang telah lama menjadi saksi bisu berbagai perasaannya dari yang bahagia bersama sang gadis pujaan sampai merindu dan galau tiada batas akhir, Kini, jauh dari kebisingan metro city ia menemukan ketenangan sementara di sebuah tempat singgah. Di hamparan kursi-kursi yang berjejer rapi di rest area Aruk, Han menyandarkan tubuhnya, membiarkan penat yang terkumpul dilepaskan perlahan, sambil dalam hati ia mengupas dan merangkai kembali tiap detik ingatannya yang berharga bersama Amelia, seperti memutar ulang sebuah dokumenter cerita lama
Dengan berlalu nya waktu dan suasana hening yang menyelimuti, Han meraih tas ranselnya yang tergeletak di samping, lalu dengan hati-hati mengambil sebuah buku usang Perlahan, ia membuka buku tersebut, menampakkan lembaran-lembaran catatan serta beberapa kenangan lain yang tersimpan rapi di dalamnya, yang semuanya merujuk pada masa-masa pentingnya di negeri Serawak
Di dalam catatan yang penuh tulisan tangan itu, dikisahkan secara rinci bahwa pada bulan Desember, hujan lebat yang tak berkesudahan terus-menerus menghajar bumi serawak, mengguyur segala penjuru. Intensitas hujan yang tinggi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran dan keresahan yang semakin mendalam pada warga negeri Serawak, karena ancaman banjir yang akan melanda semakin nyata.
Dalam balutan tantangan dan kekhawatiran tersebut, pertemuan-pertemuan indah antara mereka berdua tetap terus berjalan, menjadi oase di tengah hari-hari yang mungkin terasa berat. Biarpun durasi setiap pertemuan seringkali begitu singkat dan terbatas oleh berbagai kondisi, namun momen-momen tatap muka itu selalu diisi dengan intensitas yang luar biasa. Setiap detik yang mereka lewati bersama terasa sangat berharga, seolah setiap pandangan dan sentuhan mampu berbicara lebih banyak daripada ribuan kata. Mereka memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, sekecil apa pun, untuk saling bertukar cerita, berbagi tawa, dan yang terpenting, melepaskan rindu yang kian hari kian membuncah di dalam hati masing-masing, menciptakan ikatan yang semakin kuat.
Malam Tahun Baru 2026 akhirnya tiba, membawa bersamanya suasana meriah yang ironisnya dipenuhi dengan segala kerinduan mendalam dan keinginan yang tak mampu terwujud. Hans dan gadis kesayangannya, yang terpaut dalam ikatan hati namun terhalang oleh berbagai keadaan, harus menjalani acara tahu baru dengan cara yang aneh Mereka terpaksa melewatkan momen pergantian tahun yang seharusnya penuh kebahagiaan itu dengan cerita masing-masing, terpisah dari sisi Hans, dengan sejuta perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya, merasakan beban emosi yang berat saat merebahkan dirinya di kamar kostnya
sedang amelia dikelilingi oleh keluarga yang seolah tak menyadari gejolak batinnya. Semua yang terjadi ini adalah sebuah kisah cinta yang terselubung rapat, tersembunyi dari pandangan dunia, tanpa ada seorang pun yang mampu memahami kedalaman dan kompleksitas perasaan mereka berdua.
Namun, di tengah kesendirian dan kegalauan yang menyelimutinya, tiba-tiba ponsel Han berdering di saat hujan lebat menghantam metro city. Sebuah panggilan masuk yang memecah keheningan, dan ternyata itu adalah teman nya yang mengajak berkumpul untuk merayakan malam pergantian tahun. Awalnya, Hans merasa enggan dan berat hati untuk beranjak, karena pikirannya masih dipenuhi bayangan gadis kesayangannya. Namun, setelah percakapan singkat yang diwarnai bujukan dan sedikit gurauan, Hans dengan ekspresi memelas akhirnya menyetujui untuk hadir di acara kumpul-kumpul tersebut, mungkin demi sedikit pengalihan dari kesedihannya. Setelah mengambil keputusan itu, Hans segera pamit kepada Amelia dan tak lupa mengirimkan pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp, memberitahukan niatnya untuk keluar sebentar, dengan harapan pesan itu akan sampai kepada seseorang yang sangat ia rindukan.
dengan bunyi pesan " seng aku kumpul didepan kawan ya tapi ujan malas sebenarnya
segera dibalas ' aok lah tidak apa kami juga kumpul keluarga disini sorry masih belum dapat membawa mu bersama kami
segera dibalas han lagi " tidak apa seng lain waktu saja jaga diri jangan sampai berlebihan minum ga baik mabuk
dibalas lagi " aok aman
Begitulah pada akhirnya, mereka berdua terpaksa melepas tahun baru dengan cerita nya masing masing,jauh dari kebahagian yang diharapkan. Malam pergantian tahun itu diselimuti oleh hujan lebat yang tak kunjung reda, terus-menerus melanda seluruh wilayah. Curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan air mulai meluas, dan ketinggian banjir pun perlahan naik di sisi-sisi pinggiran desa. Terutama sekali, kampung Ghita yang letaknya berbatasan langsung dan sangat dekat dengan aliran deras Sungai Serawak, menjadi daerah yang paling merasakan dampak langsung dari luapan air.
Pada akhirnya, tepat ketika jarum jam menunjukkan pukul dua belas tengah malam, Hans yang tidak berada di samping Amelia. Dia hanya bisa berkirim pesan singkat melalui ponselnya kepada Amelia, gadis berambut pendek yang amat dicintainya, yang kini mereka hanya menjadi orang asing, Pesan itu berisi ungkapan kata-kata cinta yang tulus serta ucapan pergantian tahun yang penuh kenangan dan makna bagi hubungan mereka, seraya menyimpan harapan baru di tengah tantangan yang ada.
Bab VII Akhir kisah bersama amelia di langit metro
Januari kelabu bagi Han seorang pria perantau yang akrab disapa 'backpacker', kini telah memasuki awal tahun 2026. Bulan pertama ini membawa serta beban yang begitu berat, menyuguhkan rentetan cerita menyedihkan yang seakan tak berujung. Berbagai masalah datang silih berganti, bagaikan belenggu tak kasat mata yang perlahan-lahan menyandera dan membuat hubungan Han dengan Amelia merenggang,gadis yang kekasihnya. Kabar-kabar tak mengenakkan itu datang dari berbagai arah; mulai dari cerita pekerjaan Bang Botak, panggilan akrab Yus, sahabat karib Han dari Indonesia, mempunyai hubungan yang tidak baik dengan amelia hingga tumpukan cerita-cerita pribadi yang terlalu pelik dan menyakitkan untuk Han kupas kembali atau bahkan sekadar mengingatnya.
Semua pergolakan emosi ini terjadi begitu mendadak dan singkat, menyerbu kehidupan Han tanpa ampun. Setiap hari-hari yang dilaluinya terasa seperti takut kehilangan dan melepaskan demi kebahagian amel, di mana Han merasakan seakan-akan setiap dua minggu sekali, bayang-bayang kesalahan pahaman akan kembali muncul dalam percakapan daring nya bersama Amelia. Meskipun jauh di lubuk hatinya Han sangat menyayangi Amelia dengan sepenuh jiwa, semua permasalahan ini kini berubah menjadi momok menakutkan yang terus menghantui pikiran dan perasaannya, terutama ketika alur obrolan mereka tiba-tiba saja menjadi tidak seirama dan penuh ketidakcocokan dan terkadang terhenti seolah olah saling tarik ulur
Situasi yang kian pelik ini memaksa Hans untuk seringkali harus berpikir keras dan memutar otak, mencari celah atau jawaban atas semua kekacauan emosional yang melanda. Dulu, obrolan mereka berdua begitu intens dan penuh gairah, mengalir tanpa henti hingga larut malam; kini, percakapan itu hanya berlangsung sesaat, terasa hambar dan tanpa makna mendalam. Basa-basi yang dulunya penuh canda dan kehangatan, kini berubah menjadi kering dan canggung, meninggalkan jejak kekosongan. Kegalauan di hati Han pun kian memuncak, mencapai puncaknya, menyisakan perasaan campur aduk antara frustrasi, kesedihan, dan keputus asa an. Berbagai perasaan dan pikiran berat itu mesti Han tanggung sendiri, dipikul sendirian tanpa ada kesempatan atau kekuatan untuk bisa bercerita banyak kepada Amelia, gadis yang sangat ia sayangi. Keadaan ini menciptakan jurang kesendirian, meskipun ia berada dalam sebuah hubungan
Hari Valentine yang sebentar lagi akan tiba, sebuah perayaan yang biasanya dipenuhi nuansa romantis dan kebahagiaan yang ditunggu tunggu han sebagai ganti tahun baru yang telah lepas berlalu, kini sepenuhnya terlupakan oleh Han. Pikiran dan perasaannya terlalu disibukkan oleh gejolak batin yang disebabkan oleh situasi hubungan yang tidak menentu,Kebingungan yang mendalam telah melanda dirinya, menciptakan badai pertanyaan di benaknya. Dalam keputusasaan mencari kejelasan, Han telah melakukan seribu pikiran dan analisa yang rumit. Ia terus menerus memutar otak, mencoba mencari jawaban atas perubahan sikap gadis yang sangat dicintainya. Berbagai skenario dan kemungkinan ia pertimbangkan, bertanya-tanya apa gerangan yang sebenarnya telah membuat dirinya menjadi bersikap demikian dingin dan menjauh, tanpa ia pahami penyebabnya
Hingga pada suatu malam yang terasa begitu sunyi dan dingin, ketika obrolan di antara mereka menjadi begitu asing, canggung, dan hampa, kekecewaan yang selama ini tertahan di hati Han terus memuncak hingga ke puncaknya. Berbagai spekulasi dan pertimbangan matang telah berputar-putar di benaknya. Ia mulai menganalisa kemungkinan bahwa Amel mungkin memang ingin berjuang sendiri, menemukan jalannya sendiri untuk meraih kebahagiaannya yang sejati. Atau, bisa jadi, semua perasaan yang pernah ada di antara mereka ini hanyalah perasaan sesaat yang kini telah terlepas, sebuah cerita amelia kepada han yang kini harus ia relakan
Dengan segala berat hati dan kerendahan diri, Han pun mencoba melepaskannya dengan ikhlas, menerima kenyataan dengan lapang dada. Ia merenungi segala keadaan dan keterbatasan yang dimilikinya, sehingga Han menyadari betul akan kekurangannya, baik dari segi materi maupun keadaannya yang beda warga negara bahkan pilihan agama. Bukan berarti bab cinta ini dilepas karena adanya opsi lain yang lebih menarik, akan tetapi semata-mata demi kebahagiaan Amel. Dengan membaca perilaku dan perubahan sikap yang semakin nyata dari Amel, dengan berjiwa jantan Han akhirnya mengambil keputusan berat untuk melepaskan Amel, memberinya kebebasan untuk menempuh jalannya sendiri dan menemukan kebahagiaannya. Han sepenuhnya sadar bahwa dengan keadaannya saat ini, ia tidak mampu memberikan apa yang Amel butuhkan dan layak dapatkan untuk masa depannya yang cerah bersama seorang anak bernama ashley sebagai ibu tunggal yang terus berjuang dari masa ke masa
Tanpa menunda lebih lama, dengan hati yang remuk namun tekad yang bulat, Han segera mengambil ponselnya. Dengan singkat dan cepat, ia mengetikkan sebuah pesan WhatsApp perpisahan. Sebuah pesan yang sederhana namun sarat makna, berisi harapan tulus agar Amel dapat menjaga dirinya baik-baik, dan yang terpenting, menemukan kebahagiaannya sendiri yang sejati di masa depan, tanpa dirinya.
Meskipun kini, di setiap hembusan napas dan kesunyian malam, Han masih merasakan kerinduan yang mendalam akan kehadiran Amel, sebuah perasaan yang kerap menghantam hatinya. Akan tetapi, ia menyadari betul bahwa ia tidak akan pernah berani untuk mencoba mengulang kembali kisah cinta mereka yang telah usai ini. Semuanya ini, sekali lagi, semata-mata demi Amel, demi kebahagiaan Amel yang ia harapkan. Han berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan selalu, selalu menjadi sosok yang berada di belakang layar, diam-diam memantau perkembangan Amel dari jauh. Ia akan melindunginya dalam diam, tanpa banyak kata, dan tanpa pernah mencoba lagi untuk mengikatkan diri dalam sebuah hubungan spesial yang justru mungkin akan membebani Amel. Ia akan menjadi penjaga rahasia kebahagiaan Amel, dari kejauhan.
' cinta sejati tidak selalu harus memiliki kini terulang kembali kisah antara han dan amelia
BAB VIII Akhir kisah han di langit metro city
Di malam dengan cuaca suhu yang begitu panas,terasa sangat menyengat seolah menyertai setiap tarikan napas, Hans, sapaan akrab sang backpacker dengan seketika han meraih laptop mini dan perangkat kerjanya yang setia untuk menuliskan sebuah bab terakhir episode cinta ini. Lamunan han malam itu seakan mengingatkan kembali empat bulan waktu yang telah berlalu begitu cepat masa masa perpisahan han dan amelia,
sebuah bab kisah yang kini terus mengejar dan mengukir kenangan yang mendalam di palung hatinya. Bayang-bayang wanita yang sangat dicintainya, dengan segala pesona dan kebaikan hatinya, terus hadir dan menari-nari dalam jiwa raga han ,terutama di malam-malam sepi yang panjang. Memang, semua itu tidak mudah bagi seorang lelaki yang penuh dengan lika-liku kehidupan dan beban yang tidak dapat diceritakan kepada siapa pun, membawa psikologis emosional yang seringkali sulit untuk dipahami sepenuhnya oleh seorang gadis berbeda bangsa negara bernama Amelia. Namun, di balik semua kerumitan itu, setiap sikap dan tindakannya yang dilakukan Hans, bahkan yang tampak penuh misteri, selalu berlandaskan pada sebuah kalimat sakti yang ia pegang teguh: yakni, "asalkan kau bahagia," sebuah pengorbanan tulus demi kebahagiaan wanita yang pernah singgah mendalam dalam sanubari hatinya.
Hari-hari Hans di Metro City kini terasa semakin kelabu, diselimuti cerita sedih yang tak kunjung berakhir,mencerminkan kekosongan yang ia rasakan. Berbagai macam pikiran berkecamuk dan pertarungan dibenak Hans, dari penyesalan masa lalu hingga ketidak pastian masa depan yang membingungkan. Akan tetapi, satu hal yang pasti dan tak terbantahkan adalah kenyataan pahit bahwa kini semua sudah berakhir, sebuah babak yang harus ia terima dengan lapang dada. Hans memang sudah terlanjur memutuskan ini semua melangkah menjauh demi kebahagian amelia
seakan harus menghapus perasaan cinta nya pada bumi dan langit Metro yang menaungi kisah cinta mereka, yang kini sudah terasa hampa. Namun, ironisnya, ketiadaan gadis yang dicintainya, seorang Amelia, gadis berambut pendek yang sederhana namun memiliki hati yang begitu baik dan lembut dimata han, kini menjadi alasan utama mengapa Metro City terasa begitu hambar dan tak bermakna han berkeinginan segera meninggalkan bumi dan langit metro yang menjadi saksi kisah kasih mereka. kini mereka sudah berpisah, seakan-akan menutup seluruh babak cerianya dan mengakhiri cinta mereka yang pernah mekar indah di bawah langit Metro City .Berbagai olah rasa dan sambung pikiran yang tak berkesudahan terus berkecamuk hebat di dalam hati dan pikiran Hans, menciptakan kegundahan yang sulit ditenangkan dan dipadamkan.
Terbersit dalam benaknya, dikala kesendiriannya yang mendalam di malam yang sunyi sepi, sebuah kenangan muncul kembali dengan jelas. Terutama ketika ia teringat bahwa Juni adalah bulan terakhirnya menatap langit Metro , duduk bersantai di bangku warung 2000 bercanda ria dengan sahabat karibnya, berbagi tawa dan cerita tanpa beban.masa masa di negeri serawak ini telah han lalui berbulan-bulan, sejuta pertimbangan rumit memenuhi benak Hans, mendorongnya untuk mengambil keputusan berat ,ia segera akan meninggalkan Metro City yang penuh dengan kenangan manis maupun pahit yang tak terlupakan. Rentetan pertanyaan mulai menghantuinya dan berbisik di telinganya: akankah aku akan kembali kesini lagi, menjejakkan kaki di tempat ini, memandangi mu dengan lirik-lirikan rahasia dari kejauhan, mencoba mencari jejakmu? Akankah kita bersua kembali suatu saat nanti, walau hanya sekilas pertemuan yang tak disengaja? Semua pertanyaan retoris itu kini hanya menjadi bayangan dan pertimbangan mendalam bagi Hans, melayang-layang dalam ketidakpastian masa depan penuh misteri.
Waktu yang tersisa terasa begitu singkat, berpacu dengan detak jam yang tak kenal henti; hanya tersisa 17 hari lagi sebelum semua berakhir. Hans bertekad untuk 'close' atau menyelesaikan semua urusan dan babak hidupnya di kota ini, bersiap kembali ke negara asalnya, berharap dapat menjadi dirinya kembali yang dulu utuh dan tanpa beban masa lalu yang menghantuinya. Keputusan ini berarti secara fisik ia akan meninggalkan Amelia, sosok gadis yang dulunya sangat disayangi dan dicintainya dengan sepenuh hati, walau kini jalinan kasih mereka sudah berakhir dan terputus oleh takdir yang tak bisa dielakkan. Ada beban berat di pundaknya, namun ia tahu ini adalah langkah yang harus diambil, meski rasa kehilangan dan kerinduan masih menyelimuti hatinya yang terluka dan membutuhkan penyembuhan.
Dengan sisa waktu yang begitu sempit tujuh belas hari lagi,Han mempergunakan setiap hari dan detik waktunya dengan cara yang tak biasa dan penuh makna. Ia memilih untuk bersantai dan melepak, menghabiskan waktu luang di sudut-sudut Warung 2000, sebuah kedai sederhana namun penuh makna, yang kebetulan adalah tempat Amelia bekerja dan berjualan.kehadiran han disitu Bukan sekadar mencari kenyamanan atau menikmati suasana, tetapi lebih pada keinginan tak terucapkan untuk sesekali melihat sebelum perpisahan yang menyisakan wakti singkat ini
akhir kisah ini han hanya bisa mengusapkan satu kalimat
" aku pergi bukan tidak ingin kembali akan tetapi aku tahu apa yang kamu perlukan amelia
" aku pergi karena kamu ingin bahagia meluangkan waktu dengan ashley kecilmu ku berikan pilihan kasih sayang mu
" aku pergi karena ku sadar aku tidak akan mampu memberimu apa yang kamu inginkan
" aku pergi karena ku sadar perbedaan jarak kita begitu jauh
semua ku lukiskan dirimu dalam kenangan dan sanubari ku
tujuh belas hari akan ku nikmati langit metro city sambil mengenang mu " amelia gadis iban yang sederhana

Komentar
Posting Komentar