METROLINK- CERPEN GADIS GRAB PART VI
Metrolink
"ombak besar yang disebut juga nama lain tidal bore sebuah fenomena yang dimiliki oleh daerah simanggang di sungai batang lupar,ombak besar batang lupar tidak sedahsyat ombak kehidupan yang dilalui oleh manny sebuah sapaan akrab gadis grab yang bernama nur handayani,seorang ibu yang sudah hampir menjelang paruh baya hidup dengan perawakan sedikit gempal,penarik grab turun pagi pulang malam berkeliling bandar kuching serawak demi sesuap nasi. berkeliling menghabiskan waktu didepan setir mobil terkadang hanya bertemankan anaknya yang masih bocil,mereka berdua tetap menjalani rutinitas dengan riang dan bahagia,walau lelah menghampiri ringgit menyapu cucuran keringat nya dan membuang lelah dan pegal nya pinggang di atas kursi mobil
Bocah anak berusia lima tahun berwajah manis dan lucu setia menemani tarikan ibu nya terkadang hanya berbekal bantal dan botol susu,sekali sekala terdengar canda dan tawa ibu dan anak ini,menghiasi hari harinya hidup dijalanan menarik grab.
selalu tersimpan dibenak manny dan kata kata penyemangat dalam hidupnya
" proses tidak akan pernah mengkhianati hasil 'berjuang dalam diam tanpa bercerita kerasnya jalanan
" Dan percayalah tuhan melihat akan setiap usaha dan mendengar rintihan ku disetiap putaran roda setir ini
Di satu hentian yang tampak sunyi, Manny bermenung sejenak membiarkan tubuhnya beristirahat santai tangannya dengan perlahan meraih botol air.dengan segera dia menenguk air dalam-dalam untuk membuang dahaga haus dan lelah atas teriknya matahari yang seakan membakar kulit,kala itu pikiran Manny perlahan melayang jauh seolah teringat kembali pada bayang-bayang masa-masa kelamnya di masa lalu.sembari tersenyum tipis yang menyiratkan banyak kenangan dan kelegaan, di akhir tegukan airnya dengan tanpa disadarinya senyum itu berubah menjadi sebuah nyeringai kecil di bibirnya, dan ia pun menggelengkan kepala perlahan seakan masih tidak percaya dengan segala rintangan perjalanan panjang serta betapa luar biasa rentetan kisah hidup ini.
ingatan manny terus berjalan mengembara jauh ke masa lalu seakan akan menembus kembali lorong waktu menuju rentetan kisah lama yang sebenarnya.dia telah sekuat tenaga berusaha untuk melupakan kisah masa lalunya demi kebahagian kini,sebuah kisah pilu dan kelam semasa hidup bersama mantan suami nun jauh dikampung halaman yang sunyi tempat di mana dia dulu di besarkan dengan penuh kasih sayang dan menghabiskan sebagian besar hidupnya, disebuah rumah tua yang mulai usang yakni rumah panjang tradisional tempat dia mengukir manisnya kisah hidup dan berbagi tawa bersama kedua orang tua tersayang, namun semua itu seketika sirna berganti menjadi kenangan pahit atas segala bentuk pengorbanan serta perjuangan kerasnya,yang sama sekali tidak dihargai dan beratnya tekanan prilaku serta sikap yang tidak manusiawi, ia terus berjuang mati-matian demi rumah tangganya tapi balasan yang diterimanya hanyalah bentuk kekejaman dan kekerasan dalam hubungan suami istri, sungguh teramat pilu dan hancur rasa nya ketika ia kembali teringat akan pukulan demi pukulan keras yang tanpa belas kasihan terus mendera, meninggalkan luka mendalam yang tidak hanya merusak fisik nya yang lemah tetapi juga ikut menghancurkan seluruh ketenangan jiwanya.
dikisahkan manny memiliki beberapa saudara laki maupun perempuan dan semua dari saudara nya ini merantau,ketika badai rumah tangga harus memisahkan kehidupan manny bersama suami,pilihan terbaik merantau meninggalkan kampung halaman tidak membuat gentar hati dan pikiran manny karena dia sudah bertekad mengejar kakak dan abang nya di bandar,dengan seiring waktu tumbuh besar anak anaknya menjadi dewasa,kala itu anak anak beliau sudah bisa mandiri sebuah penantian waktu yang panjang,membuat keteguhan dan hatinya semangkin tegar,sehingga dengan segala kekacauan dan badai manny optimis dengan pilihan perpisahan dan segera merantau ke kota meninggalkan kenangan masa kecil dan remajanya,kepergiannya ditemani ibu yang sudah tua,manny terus bergerak mencari jalan hidup yang lebih baik,dengan ditemani ibu tua yang sudah renta tidak mudah memang tapi apa daya semua terjadi pilihan sudah dibuat dengan berbekalan sisa sisa simpanan dan tabungan dan ditemani ibu tua smpai lah manny dibandar kuching
tiba tiba terdengar bunyi deringan ponselnya seketika lamunan manny ingatan nya buyar dan berbisik dalam hati segera bersiap dan berkemas mengejar jemputan

Komentar
Posting Komentar